Stop Bullying!
Istilah bullying atau biasa dikenal bully kerap menjadi polemik atau bahan perbincangan yang muncul di media massa dan media cetak lainnya. Berita yang dimuat biasanya berisi tentang kekerasaan yang terjadi pada siswa sekolah terutama siswa sekolah menengah dan tak jarang pula terjadi di bangku sekolah dasar. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik mencatat pada tahun 2006, angka kekerasan yang terjadi lingkungan anak anak mencapai angka 25 juta kasus di mulai dari kasus dengan skala ringan sampai yang berat.Perilaku Bullying itu sendiri biasa terjadi di lingkungan sekolah dan dilakukan oleh kelompok lain diluar sekolah seperti preman ,teman sejawat, siswa junior, siswa senior, bahkan tidak sedikit oknum guru sendiri yang menjadi pelaku .
Bullying atau kekerasaan terhadap orang lain bisa terjadi di mana kapan saja dan siapa saja (bisa dikalangan pekerja kantor,baik sesama relasi, atasan maupun bawahan). Tapi memang pada kenyaatannya bullying selalu terdengar mencuat terjadi di lingkungan sekolah. Sebagai contoh, kasus yang pernah marak dibahas adalah mengenai penganiyaan yang dilakukan siswa senior sekolah menengah atas Don Bosco , Jakarta terhadap siswa juniornya yang saat terjadi diluar masa orientasi masuk sekolah. Siswa junior korban penganiyaan tersebut melaporkan seniornya ke pihak kepolisian atas tuduhan telah menganiaya dengan cara di pukul dan di sundut rokok. Namun demikian peristiwa tragis seperti diatas adalah seupil dari ribuan kasus dari seluruh sekolah di Indonesia yang jarang pernah terkuak sampai sekarang ini alias dianggap tabu untuk di tindak lanjuti secara serius.
Sebelum di bahas lebih jauh, tidak ada salahnya penulis kembali me refresh apa yang dimaksud dengan bullying dan perbedannya dengan tindakan kekerasan lainnya, seperti perkelahian antar geng atau kelompok yang biasa sering kita sebut tawuran.
Pengertian
Pengertian umum, Bully merupakan perilaku yang memperlakukan orang lain secara tidak sopan atau mempengaruhi dengan paksaan dan kekuatan. [Kamus Marriem Webster]. Secara umum, bullying dan dan tawuran memang memiliki persamaan yaitu sama - sama tindak kekerasan yang mengakibatkan dampak kerugian fisik dan psikologis korban kekerasan. Perbedaan yang mencolok anatar keduanya adalah dari dampak akibat kekrasan itu sendiri. Tawuran lebih sering melibatakan perkelahian dengan melibat kan banyak orang atau kelompok yang akhirnya terjadi benturan fisik dan korban. Sisa kekerasan dari tawuran pun jarang lama berbekas. Sedangkan bullying bisa melibatkan hanya 1 dan bisa pula lebih pelaku dan korban , serta memiliki dampak yang tidak hanya berbntuk fisik, tetapi juga psikologis, apalagi tindakan kekerasan tersebut dilakukan berulang ulang dan berefek jangka panjang.

Komentar
Posting Komentar